Kata pengguna
"Akhirnya saya bisa tidur sepanjang malam tanpa terbangun karena dengingan. Timer tidur membantu saya terlelap, dan saya benar-benar tetap tidur."
"Punya suara yang terus berputar di latar belakang saat saya bekerja mengubah segalanya — tidak ada lagi gangguan terus-menerus saat saya mencoba fokus."
"Satu aplikasi sederhana, bukan tiga alat yang berbeda — persis yang saya butuhkan saat panik di hari-hari pertama."
Tinnitus Relief App adalah aplikasi suara untuk hidup lebih nyaman dengan tinnitus (telinga berdenging) sehari-hari: saat tidur dan saat bekerja. Unduhannya gratis di iOS dan Android, tanpa perlu membuat akun. Hasilnya sangat berbeda pada tiap orang.
Ya. Unduhan dan fitur inti gratis di iOS dan Android. Premium bersifat opsional dan harganya ditampilkan di aplikasi sebelum pembayaran apa pun.
Tidak. Aplikasi bekerja tanpa pendaftaran: buka aplikasinya dan pilih suara.
Ya. Suara tetap berputar saat layar terkunci dan di latar belakang, di bawah aplikasi lain. Panggilan telepon atau video menghentikannya sejenak, lalu suara kembali sendiri saat panggilan selesai.
Ada 44 suara: white noise, pink noise, dan brown noise, suara alam seperti hujan atau ombak, serta nada yang bisa Anda setel sesuai frekuensi tinnitus, untuk tiap telinga.
Aplikasi memiliki timer tidur yang mengecilkan volume perlahan sebelum berhenti. Banyak orang memutar suara latar yang lembut agar tinnitus kurang menonjol di malam yang sunyi.
Tidak. Saat ini belum ada cara untuk menyembuhkan tinnitus, dan aplikasi ini bukan alat kesehatan. Suara latar dapat membantu membuat tinnitus kurang mengganggu. Hasilnya sangat berbeda pada tiap orang.
Tinnitus Relief App bukan alat kesehatan: aplikasi ini tidak mendiagnosis atau mengobati tinnitus. Temui dokter atau dokter THT jika tinnitus muncul tiba-tiba, hanya di satu telinga, berdenyut seirama detak jantung, atau disertai penurunan pendengaran, pusing, atau nyeri telinga.
Sumber: NIDCD (National Institutes of Health), "Tinnitus"; Sereda M dkk., Cochrane Database of Systematic Reviews, 2018 (suara latar); Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), World Report on Hearing, 2021.




